Sebagai bagian dari komitmen kami dalam mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkeadilan dan berkelanjutan, kami melaksanakan kegiatan Pendataan Sarana Air Bersih di Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan program CSR Aqua Danone, di mana kami berperan sebagai tenaga ahli pendamping dalam pengelolaan air bersih dan penanganan kawasan kumuh.

Tujuan utama kegiatan ini adalah mengidentifikasi kebutuhan, kondisi, serta distribusi sumber air bersih di wilayah Kabupaten Wonosobo. Kami memandang bahwa langkah awal menuju pengelolaan air yang efektif harus dimulai dari data yang akurat dan menyeluruh. Dengan mengetahui titik-titik mata air, cakupan pelayanan, serta kondisi sarana pendukung seperti pipa dan bak penampungan, pemerintah daerah dapat menyusun kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Kabupaten Wonosobo dikenal sebagai daerah pegunungan dengan karakteristik hidrogeologi yang kompleks. Wilayah ini berada di antara Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, dan sebagian besar masuk dalam Cekungan Air Tanah (CAT) Wonosobo. Dari hasil pendataan, tercatat 1.782 sumber mata air di seluruh kabupaten, namun 215 di antaranya telah mengalami kerusakan. Kondisi ini menunjukkan bahwa sumber daya air di Wonosobo sangat melimpah, tetapi memerlukan perhatian serius dalam hal pemeliharaan dan konservasi.

Melalui survei lapangan yang kami lakukan di Kecamatan Kalibawang dan Wadaslintang, kami menemukan adanya kesenjangan dalam akses pelayanan air bersih. Di Wadaslintang, sekitar 83% penduduk telah terlayani PDAM, sedangkan di Kalibawang seluruh masyarakat masih bergantung pada sumber mata air alami. Di banyak desa, sistem distribusi air masih sederhana dan belum memiliki perawatan rutin, sehingga debit dan kualitas air cenderung menurun.

Berdasarkan temuan tersebut, kami merekomendasikan tiga langkah penting: pertama, melakukan pemeliharaan berkala terhadap setiap sumber mata air dan jaringan distribusinya; kedua, menyusun inventarisasi rinci mengenai desa dan kepala keluarga yang dilayani setiap sumber air; dan ketiga, melestarikan kawasan sekitar sumber air melalui penghijauan dan pengendalian pencemaran.

Kami meyakini bahwa air bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi juga hak dasar masyarakat yang harus dijaga bersama. Melalui kegiatan pendataan ini, kami berharap Wonosobo dapat memiliki peta sumber air yang akurat, sistem pengelolaan yang tangguh, dan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Langkah kecil ini adalah fondasi bagi masa depan Wonosobo yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.